Bioteknologi Kecap

Sunday, August 16th, 2015 - Business, Education, Food
Bioteknologi Kecap

Bioteknologi cara membuat kecap

Bioteknologi Kecap –  Banyak sekali penerapan dan prinsip bioteknologi dapat kita lihat, sebagai contoh penerapan pada bioteknologi kecap, juga bioteknologi yoghurt, penerapan bioteknologi tempe, penerapan pada bioteknologi oncom, bioteknologi tape, pada bioteknologi arak, juga bioteknologi terasi, dan bioteknologi nata de coco. Untuk  prinsip bioteknologi membuat kecap melalui beberapa tahap salah satunya adalah tahap fermentasi yang dilakukan dengan mencampurkan bahan berupa karbohidrat atau energi.

Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu ‘bio’ yang berarti makhuk hidup dan ‘teknologi’ yang berarti mendefinisikan bioteknologi sebagai Perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.

Hampir semua antibiotik berasal dari mikroba, demikian pula enzim-enzim yang dipakai untuk membuat sirop fruktosa hingga pencuci pakaian. Dalam bidang pertanian, mikroba penambat nitrogen telah dimanfaatkan sejak abad ke 19. Mikroba pelarut fosfat telah dimanfaatkan untuk pertanian di negara-negara Eropa Timur sejak tahun 1950-an.

Bioteknologi Kecap dan fermentasi

Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam. Untuk mempercepat fermentasi biasanya dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung beras atau nasi, sedangkan warna larutan kecap yang terjadi yaitu tergantung pada waktu. Perendaman kedelai dilakukan didalam larutan garam maka pembuatan kecap dinamakan fermentasi garam.

Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan menggunakan jamur Aspergillus wentii dan Rhizopus sp. Kecap yang kental karena banyak ditambahkan gula merah, gula aren, atau gula kelapa, sedangkan kecap yang encer dikarenakan mengandung lebih banyak garam. Ada juga kecap ikan, kecap udang, dan sebagainya. Itu bisa dilakukan karena selama proses pembuatan ada penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.

Mikroba juga telah dimanfaatkan secara intensif untuk mendekomposisi limbah dan kotoran. Bioteknologi memiliki gradien perkembangan teknologi, yang dimulai dari penerapan bioteknologi tradisional yang telah lama dansecara luas dimanfaatkan, hingga teknik-teknik bioteknologi baru dan secara terus menerus berevolusi.

Bioteknologi Tempe

Pada pembahasan ini akan membahas tentang bioteknologi tradisional khususnya pengolahan kedelai menjadi sumber makanan yang bergizi tinggi yaitu tempe

Manfaat Tempe

  • Mencegah timbulnya hipertensi
  • Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker
  • Kandungan kalsiumnya yang tinggi dan tempe dapat mencegah osteoporosis
  • Protein di dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare
  • Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah
  • Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol
  • Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung
  • Penanggulangan anemia, ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe
  • Anti infeksi, tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika pada infeksi
  • Mencegah masalah gizi ganda beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif

Tempe mengalami peningkatan nilai gizi kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe, seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat.

Tahap tahap pembuatan tempe antara lain:

  • Penyortiran
  • Pencucian
  • Perebusan
  • Pengupasan kulit
  • Perendaman
  • Perebusan
  • Penirisan dan pendinginan
  • Penginokulasian/peragian
  • Pembungkusan
  • Pemeraman

Manfaat tempe selain sebagai sumber gizi juga dapat mencegah berbagai jenis penyakit seperti diet, penyakit diabetes, serangan jantung dan stroke, penyakit osteoporosis, diare, kanker, anemia, penyakit infeksi, dll

Bioteknologi Kecap

loading...

Bioteknologi Kecap | admin | 4.5